berwisata rohani serta berkunjunglah ke HKBP Sipirok
Komentar, tanggapan dan saran dapat dikirimkan ke e-mail: hkbpsipirok@yahoo.com

Minggu, 08 Agustus 2010

"Orang Kristen sejati adalah seperti kayu cendana, yang mengeluarkan wewangiannya ke kapak yang memotongnya tanpa balas menyakitinya."
Sundar Singh (1889-1929),misionari India

Andreas Yewangoe: Pemerintah Kurang Menghargai Kebebasan Beragama


Andreas Yewangoe, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), secara mendalam menanggapi kasus penyerangan sebuah gereja di Kota Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini, yang disebutnya sebagai contoh ketidaktegasan aparat pemerintah setempat.


Dalam wawancara dengan BBC Indonesia, Pdt Andreas Yewangoe mengatakan hatinya selalu terusik setiap terjadi pelanggaran hak kebebasan beribadah yang menimpa umat beragama. Namun yang paling dia sesalkan adalah sikap pemerintah tidak tegas dalam menindak para pelakunya.

"Ketika ada benturan (antar umat agama yang berbeda) itu disikapi dengan tindakan yang kurang tegas, maka sebenarnya secara tidak langsung, pemerintah agak tidak menghargai kebebasan itu," tegasnya.

Menurut pendeta yang lama berkecimpung dalam kegiatan dialog antar umat beragama ini, seharusnya aparat pemerintah setempat dapat mencarikan jalan keluar apabila muncul kasus menyangkut hak kebebasan menjalankan ibadah ini.

"Bukan hanya untuk umat Kristen, tetapi di tempat lain kalau ada umat Islam atau Hindu, Buddha mengalami kesulitan. Mereka harus memfasilitasi dan mencarikan jalan keluar kalau ada masalah," kata peraih gelar Doktor di bidang teologi di Universitas Vrije, Amsterdam, tahun 1987 ini.

Andreas yang dilahirkan di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur ini, khawatir jika persoalan seperti ini dibiarkan akan berdampak kepada kewibawaan negara. "Apabila penyerangan gereja ini terus terjadi, bukan tidak mungkin kewibawaan negara akan tergerus oleh kelompok-kelompok ini," paparnya.

Dalam perkembangan terbaru, PGI telah melaporkan masalah penyerangan gereja ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, setelah merasa laporan kasus-kasus sebelumnya tidak ditanggapi secara serius oleh aparat di bawahnya.

Meski kelompok yang menyerang gereja di Kota Bekasi disebut-sebut menggunakan atribut Islam, Andreas menolak anggapan jika kasus itu pertentangan Islam-Kristen.

"Kami tidak mau yang terjadi ini seakan-akan pertentangan antara Kristen dan non-Kristen," tegasnya. Menurut penalarannya, hubungan antar umat Islam dan Kristen selama ini hampir tidak ada masalah.

"Yang kemudian yang menjadi persoalan, adalah ketika aspek-aspek lain masuk, misalnya aspek politik atau ekonomi," ungkap bapak dua anak yang mengaku punya keluarga yang beragama Islam. Sebagai gantinya, dia menyebut para pelaku hak kebebasan beragama itu sebagai "orang yang kurang menghormati konstitusi" atau "tidak menghormati konstitusi."

Sebagai pemimpin tertinggi organisasi PGI, yang menghimpun sekitar 80 persen umat Kristen di seluruh Indonesia, Andreas mengaku telah menjalin komunikasi dengan pimpinan ormas agama lain.

"Tak hanya sebatas dialog, tetapi juga relasi-relasi pribadi yang cukup intim dengan pemimpin Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan ormas Islam lainnya," ungkapnya.

Dia kemudian mencontohkan, kebiasaan saling mengirim pesan pendek melalui telepon seluler dengan Dien Syamsudin, Ketua Umum PP Muhammadiyah. Jalinan ini menurutnya penting, untuk menghilangkan rasa curiga yang selalu muncul dalam perjalanan hubungan antar umat agama yang berbeda.

Juga komunikasi seperti ini sangat bermanfaat ketika dihadapkan kasus-kasus yang berlatar masalah agama. Tetapi Andreas yang lulusan Sekolah Tinggi Teologia Jakarta ini mengaku hubungan akrab di tingkat pemuka agama itu, kurang berimbas sampai di kalangan umat kebanyakan.

Menjawab pertanyaan tentang bagaimana menghilangkan kecurigaan yang masih melekat dalam pergaulan antar umat Islam-Kristen, mantan Rektor Sekolah Tinggi Theologia di Kupang, NTT ini mengakui "saling curiga itu bukanlah persoalan baru dalam hubungan antar umat beragama".

Dia kemudian memberikan contoh perihal keinginan umat Kristen membangun gereja, yang menimbulkan kecurigaan di kalangan umat Islam.

"Misalnya saja, saudara Muslim melihat pembangunan gereja antara lain disebut sebagai 'strategi Kristenisasi', yang dalam pengertian yang kasar, itu mengajak orang lain untuk masuk Kristen," ungkapnya terus-terang.

Menurutnya, pola seperti ini merupakan sisa-sisa dari pemikiran lampau yang dipraktekkan oleh penguasa kolonial Belanda.

"Tetapi jangan lupa bahwa di kalangan gereja-gereja Kristen pun, pemahaman itu makin lama makin berubah. Yang disebut pemberitaan Injil, memberitakan mengenai pembebasan dari penderitaan dan keterbelakangan yang dilakukan Allah kepada manusia," katanya.

Namun Andreas mengaku, "Di kelompok Kristen tertentu, masih ada pandangan lama itu. Tentu saja, bisa dipahami (apabila) saudara Muslim kemudian berkata 'loh kok umat kami' dibawa ke sana."

Kendatipun demikian, menurutnya, merupakan hak asasi setiap manusia untuk menganut agama sesuai dengan yang diyakininya. "Sehingga, andaikata, kalau ada yang mau beralih agama, itu harus diizinkan," tandasnya.

Namun, Andreas segera menambahkan, "Pemberitaannya harus mengenal sopan santun, etika, moral, dan jangan secara serampangan dilakukan, dan tentu saja harus juga memperhatikan rasa dari saudara-saudara (umat agama) lain."

Sebaliknya, ungkapnya, kecurigaan terhadap agama lain juga masih ditunjukkan sebagian umat Kristen. Dia mencontohkan adanya rasa curiga terhadap motif pemberlakuan peraturan di daerah tertentu yang disebutnya berbau "syariah".

"Mau dibawa kemana negara ini? Ini kan negara Pancasila, kenapa, misalnya Perda di daerah itu berbau syariah?" katanya, menirukan suara-suara yang berkembang di komunitas Kristen. Karena itulah agar kecurigaan itu dapat semakin dikurangi, Andreas kembali menekankan betapa pentingnya dialog antar pemimpin agama.

"Supaya kita tahu persis kenapa umat Islam melakukan itu, kenapa orang Kristen melakukan itu, sehingga tidak mudah kita curiga apa yang dikerjakan mereka," paparnya.

"Jadi, dengan kata lain, kita butuhkan komunikasi yang terus-menerus," katanya lagi.

Dan ini membutuhkan waktu yang lama dan tidak bisa secara instan. "Karena bagaimanapun, saya pakai istilah beban sejarah itu cukup berat bagi Islam dan Kristen," ungkapnya.

Dalam perbincangan dengan BBC selama sekitar satu jam itu, pendeta kelahiran 31 Maret 1945 ini menyinggung pula soal kehadiran kelompok 'fundamentalis' di semua agama.

"Fundamentalisme itu ada di semua agama. Itulah kelompok yang berusaha untuk 'memurnikan' agama. Tetapi itu hal yang hampir tak mungkin, sebab agama itu selalu bersentuhan dengan realitas. Dan karena itu, kalau mau dimurnikan, apa yang mau dimurnikan. Kembali kepada yang lalu, apanya yang lalu?"

Andreas memang tidak sepakat dengan cara berpikir seperti itu. "Lebih baik," menurutnya, "subtansi agama yang membebaskan itulah yang harus diangkat, dan dinterpretasikan secara terus-menerus di dalam bersentuhan dengan kenyataan".

Lebih lanjut dia mengaku ciri-ciri yang melekat pada fundamentalisme juga menghinggapi pada sebagian umat Kristen.

"Dan karena itu kami misalnya tak terlalu nyaman kalau ada yang membuat slogan 'Indonesia harus dimenangkan untuk Kristus'. Mungkin di kalangan kami itu biasa-biasa saja, karena itu ucapan itu menyatakan iman. Tetapi kalau ucapan itu masuk ke ruangan publik, yang berbeda agama dan pemahaman, dan persepsi, lalu itu bisa menjadi persoalan. Lalu bisa muncul 'Loh orang kristen ini mau apa? Apakah mau jadi agresor. Nah ini salah paham," paparnya.

Karena itulah, pendeta Andreas mengajak umat Kristen, "janganlah memakai kalimat yang bagi orang lain tak dipahami." (bbc)
dari : www.terangdunia.com

Selasa, 03 Agustus 2010

HKBP BINANGA YANG TERANIAYA


TANGIANGHON HAMU MA HKBP BINANGA – RESSORT SIPIROK

HKBP Binanga, ima sada Huria sian 12 pagaran ni HKBP Ressort Sipirok. HKBP Binanga terletak di Jalan Raya Gunung Tua-Sibuhuan (200m sian jalan raya), Desa Binanga-Kec. Barumun Tengah Kabupaten Padang Lawas (kabupaten na baru sian pemekaran ni Kabupaten Tapanuli Selatan). Niuluhon ni Amang St. L. Situmorang na gabe Uluan Huria. Ruas na hot (terdaftar resmi) holan 5 KK, alai anggo na mandohoti tiap parmingguan lobi do sian 40 halak. Bahat na so ruas tetap, ala godangan do angka parkarejo kobun na ro mangaranto sian luat na asing tu kawasan Barumun Tengah. Tarbarita do sian na jolo anggo kawasan Padang Lawas Utara dohot Padang Lawas ima “daerah perkebunan sawit dan karet yang luas”. Ala ni i do bahat angka pangaranto ro tu daerah i lumobi sundut naumposo bekerja secara kontrak manang na so menetap sian luat na asing di angka perkebunan na adong di si. Ruas ni HKBP Binanga na menetap rata-rata boi dohonon ala ni pekerja tetap do nasida di pamarenta (isarana PNS manang POLRI). Adong do i pegawai ni Dinas Kehutanan, Guru, Polisi, Bidan Desa dohot angka lan na asing). Deba nari ro sian luat na asing jala mambuka kobun sawit di daerah i.

Metmet do anggo Gedung Gereja HKBP Binanga, ndang apala sebanding dohot angak Gedung Gereja na adong di kota, jala sian jalan raya marjarak 200 m.

Ari Minggu tanggal 1 Agustus 2010 naung salpu, laho do hami (selaku Parhalado Ressort) mendampingi Pandita Ressort mangebati Huria HKBP Binanga. Jarak tempuh sian HKBP Sipirok (Huria Sabungan) 2 jam marmobil pribadi.

Ala di Ari Minggu, tanggal 25 Juli 2010 tarsar do barita ima na naeng “hona tutung” ma gareja i. Barita i dikirim nasida hira-hira Ari Jum’at na i tu Pandita Ressort via Handphone. Siala ni i langsung do di kirim Pandita Ressort barita i muse tu sude Huria HKBP sa-Ressort Sipirok dohot tu angka Huria na di luar HKBP Ress. Sipirok, asa margogo martangiang tu Debata mangido pangurupion, asa marhuaso Debata manggagalhon angka tahi ni sibolis morhite rencana ni angka jolma na naeng manutung Gareja i, tarlumobi secara khusus di Kebaktian Minggu ma ditangianghon ima “tangiang pangondianon (doa syafaat)”. Martinangi do Debata di tangiangta i, jala sundat do rencana nasida i.

Alai udut ni i, di jou do Amang St. L. Situmorang tu Kantor Polisi asa menandatangani pernyataan “tidak akan lagi memakai gedung tersebut”. Jala menurut nasida, dibagasan na tertekan jala terpaksa do nasida maneken i, ala maminghirhon efek jauh ke depan molo so ra nasida maneken pernyataan i, “mungkin ra ndang holan Gedung Gareja i tutungon nasida, alai boi do merembet tu jabu ni angka ruas’, I ma pingkiran ni Amang St. L Situmorang, asa diteken nasida pernyataan i. Nasida maneken pernyataan i di jolo ni Ketua MUI dohot di jolo ni Aparat Kepolisian, ai halak i do na mangkonsepna.

Alai dipangido Amang St. L Situmorang ma, asa boi nasida mamangke Gedung Gareja i na terakhir sahali i ma di parmingguan tanggal 1 Agustus 2010 i, jala mangido Amang St. L. Situmorang tu Ketua MUI dohot Aparat Kepolisian asa boi mambahen Ibadah Minggu di jabu ni ruas alai ingkon dijamin nasida do keamanan-na. Jala dungkon ni i disanggupi angka na hadir di si do keamanan nasida (ruas ni HKBP Binanga) molo mambahen peribadatan di jabu-jabu (alai ndang adong pernyataan secara tertulis sian angka na manjamin i).

Dung simpul parmingguan di tanggal 1 Agustus 2010 i, mangan do hami saluhutna di Gareja i, sude hami tahe na ro mandohoti parmingguan. Dung simpul mangan dipatorang Uluan Huria (St. L. Situmorang) ma na masa i, paboa na i ma tingkina terakhir nasida dipaloas mamangke Gedung Gareja i, ala nungga diteken nasida pernyataan (songon na tarsurat diginjang). Jala tu minggu na ro ingkon marminggu ma nasida secara bergiliran di angka bagas ni ruas. Ditambai Amang St. L Situmorang do muse dohot hata na “menyemangati” angka ruas HKBP Binanga asa unang mandele jala ingkon marpos ni roha tongtong tu Debata

Ndung simpul Amang St. L Situmorang mandok hata diuduti ma muse sian Pandita Ressort (Pdt. Leritio Ariati Br. Panjaitan, STh) pasahathon hata apul-apul dohot semangat tu sude ruas ni HKBP Binanga. “Pemerintah boleh saja mengaturkan mengenai ijin pemakaian maupun pembangunan tempat beribadah seperti Gedung Gereja, tetapi tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa mengatur atau memberi ijin mengenai hak seseorang untuk beribadah menurut keyakinan yang dia miliki karena seseorang boleh melakukan Ibadah-nya terhadap Tuhan yang dia sembah, dimana saja dan kapan saja tanpa ada seorangpun yang berhak untuk mengatur, memberi ijin atau melarangnya karena itu hak yang hakiki dan asasi dari manusia yang beragama.” Ala ni i, unang hamu mandele, ala ndang hea halak Kristen mandele ala na masa sisongonon, bahkan lam margogo do. “semakin dibabat, semakin merambat” ingkon i do na adong dibagasan rohanta. Jesus sandiri pe ingkon bolusonNa do mate di hau na pinarsilang nata pe ndang boi hamatean i manaluhon diriNa, asa dapot hita hangoluan na imbaru.

Ndang na parjolo hamu mengalami sisongonon, adong HKBP Filadelfia na tongon mangadopi sisongonon, adong HKBP Sibuhuan yang bahkan sudah dibakar, dohot angka Gereja na asing. Menurut cerita na hubege, sebenarna najolo dung ditutung nasida HKBP Sibuhuan dohot Gareja Pentakosta di Kota Sibuhuan, bergerak do nasida tu Binanga on sian Sibuhuan naeng manutung muse Garejanta on. Alai lam leleng lam otik ma jolma na bergerak tu Binanga on (mulak sada-sada) ujungna ndang jadi be. Ala nii lam margogo ma hita martangiang di angka bagas-ta be asa tongtong hita dipargogoihon Debata. Jala..sambil ta lului dalan laho pasinghophon sude syarat na marpardomuan tu perijinan ni Pendirian/Pemakaian Gedung Gareja on…sude ma hita bekerja sama laho tu si. I ma kira-kira inti ni hata na dipasahat Pandita Ressort.

Jala ndung simpul manghatai…ditutup hami ma (panurat) parpunguan i morhite tangiang.

Sebagai tambahan dipatorang hami…anggo masyarakat piga-piga desa (dohot Kepala Desa-na be) di Kec. Barumun Tengah na adong disekitar ni HKBP Binanga ndang adong na keberatan taringot tu Gareja i. Jala denggan do nasida bertetangga dohot piga-piga ruas (termasuk uluan Huria) ni HKBP Binanga. Gareja i pe ndang apala di topi dalan, alai masuk do tubagasan hira-hira 200m. Menurut piga-piga ruas…sumber persoalan on ima adong provokasi sian pemilik pesantren na adong disi (hape pesantren I pe dao do sian Gareja i). Anggo masyarakat di sekitar i ndang terpengaruh…alai merambat ma dibahen persoalan on tu Pemuka Agama dohot Aparat Keamanan dohot sude pesantren na adong di Kab. Padang Lawas i.

Ala ni i angka dongan sahaporseaon,…dibagasan unduk dohot serep ni roha hami mangidohon tu hita saluhutna, asa taboan ma HKBP Binanga (sude parhalado nang ruasna pe) di angka tangiangta be diganup tingki. Asa dilehon Debata tunasida nang hita saluhutna benget ni roha laho manaon i saluhutna, jala tong-tong dibagasan haporseaon natogu dohot na tontu tu Debata. Jala tatangiangkon donganta na marsogo ni roha tu hita tarlumobi tu angka donganta di HKBP Binanga, asa dilehon Debata hamubaon ni roha.

Horas tondi madingin, pir tondi matogu…Horas ma dihita saluhutna!