Minggu, 08 Agustus 2010
Andreas Yewangoe: Pemerintah Kurang Menghargai Kebebasan Beragama

Andreas Yewangoe, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), secara mendalam menanggapi kasus penyerangan sebuah gereja di Kota Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini, yang disebutnya sebagai contoh ketidaktegasan aparat pemerintah setempat.
Selasa, 03 Agustus 2010
HKBP BINANGA YANG TERANIAYA

TANGIANGHON HAMU MA HKBP BINANGA – RESSORT SIPIROK
HKBP Binanga, ima sada Huria sian 12 pagaran ni HKBP Ressort Sipirok. HKBP Binanga terletak di Jalan Raya Gunung Tua-Sibuhuan (200m sian jalan raya), Desa Binanga-Kec. Barumun Tengah Kabupaten Padang Lawas (kabupaten na baru sian pemekaran ni Kabupaten Tapanuli Selatan). Niuluhon
Metmet do anggo Gedung Gereja HKBP Binanga, ndang apala sebanding dohot angak Gedung Gereja na adong di
Ari Minggu tanggal 1 Agustus 2010 naung salpu, laho do hami (selaku Parhalado Ressort) mendampingi Pandita Ressort mangebati Huria HKBP Binanga. Jarak tempuh sian HKBP Sipirok (Huria Sabungan) 2 jam marmobil pribadi.
Ala di Ari Minggu, tanggal 25 Juli 2010 tarsar do barita ima na naeng “hona tutung” ma gareja i. Barita i dikirim nasida hira-hira Ari Jum’at na i tu Pandita Ressort via Handphone. Siala ni i langsung do di kirim Pandita Ressort barita i muse tu sude Huria HKBP sa-Ressort Sipirok dohot tu angka Huria na di luar HKBP Ress. Sipirok, asa margogo martangiang tu Debata mangido pangurupion, asa marhuaso Debata manggagalhon angka tahi ni sibolis morhite rencana ni angka jolma na naeng manutung Gareja i, tarlumobi secara khusus di Kebaktian Minggu ma ditangianghon ima “tangiang pangondianon (doa syafaat)”. Martinangi do Debata di tangiangta i, jala sundat do rencana nasida i.
Dung simpul parmingguan di tanggal 1 Agustus 2010 i, mangan do hami saluhutna di Gareja i, sude hami tahe na ro mandohoti parmingguan. Dung simpul mangan dipatorang Uluan Huria (St. L. Situmorang) ma na masa i, paboa na i ma tingkina terakhir nasida dipaloas mamangke Gedung Gareja i, ala nungga diteken nasida pernyataan (songon na tarsurat diginjang). Jala tu minggu na ro ingkon marminggu ma nasida secara bergiliran di angka bagas ni ruas. Ditambai Amang St. L Situmorang do muse dohot hata na “menyemangati” angka ruas HKBP Binanga asa unang mandele jala ingkon marpos ni roha tongtong tu Debata
Ndung simpul Amang St. L Situmorang mandok hata diuduti ma muse sian Pandita Ressort (Pdt. Leritio Ariati Br. Panjaitan, STh) pasahathon hata apul-apul dohot semangat tu sude ruas ni HKBP Binanga. “Pemerintah boleh saja mengaturkan mengenai ijin pemakaian maupun pembangunan tempat beribadah seperti Gedung Gereja, tetapi tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa mengatur atau memberi ijin mengenai hak seseorang untuk beribadah menurut keyakinan yang dia miliki karena seseorang boleh melakukan Ibadah-nya terhadap Tuhan yang dia sembah, dimana saja dan kapan saja tanpa ada seorangpun yang berhak untuk mengatur, memberi ijin atau melarangnya karena itu hak yang hakiki dan asasi dari manusia yang beragama.”
Ndang na parjolo hamu mengalami sisongonon, adong HKBP Filadelfia na tongon mangadopi sisongonon, adong HKBP Sibuhuan yang bahkan sudah dibakar, dohot angka Gereja na asing. Menurut cerita na hubege, sebenarna najolo dung ditutung nasida HKBP Sibuhuan dohot Gareja Pentakosta di Kota Sibuhuan, bergerak do nasida tu Binanga on sian Sibuhuan naeng manutung muse Garejanta on.
Jala ndung simpul manghatai…ditutup hami ma (panurat) parpunguan i morhite tangiang.
Sebagai tambahan dipatorang hami…anggo masyarakat piga-piga desa (dohot Kepala Desa-na be) di Kec. Barumun Tengah na adong disekitar ni HKBP Binanga ndang adong na keberatan taringot tu Gareja i. Jala denggan do nasida bertetangga dohot piga-piga ruas (termasuk uluan Huria) ni HKBP Binanga. Gareja i pe ndang apala di topi dalan, alai masuk do tubagasan hira-hira 200m. Menurut piga-piga ruas…sumber persoalan on ima adong provokasi sian pemilik pesantren na adong disi (hape pesantren I pe dao do sian Gareja i). Anggo masyarakat di sekitar i ndang terpengaruh…alai merambat ma dibahen persoalan on tu Pemuka Agama dohot Aparat Keamanan dohot sude pesantren na adong di Kab.
Horas tondi madingin, pir tondi matogu…Horas ma dihita saluhutna!
Rabu, 07 April 2010
KERANGKA ACUAN TAHUN PENATALAYANAN 2010
A. LATARBELAKANG
a. Gereja adalah Tubuh Kristus (1 Korintus 12). Kristus adalah Kepala, dan semua anggota jemaat adalah anggota-anggota tubuh-Nya. Gambaran ini pertama-tama mengatakan bahwa gereja adalah milik Kristus. Ada hubungan yang sangat dekat,bahkan menyatu antara Kristus dengan gereja. Hidup gereja berpusat dan tunduk kepada Kristus. Gambaran ini mengingatkan hubungan yang sangat dekat, bahkan menyatu antara masing-masing anggota. Masing-masing anggota mutlak bekerjasama dan merasa sepenanggungan. Dan gereja dipanggil agar terus-menerus menyehatkan dirinya dan bertumbuh menjadi dewasa.
b. Gereja dilukiskan juga sebagai rumah yang sedang dibangun. Masing-masing unit adalah bahan atau material yang digunakan untuk pembangunan rumah rohani itu. Sebab itulah Rasul Petrus mengatakan: biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. (1 Petrus 2 :5). Itu artinya semua anggota jemaat atau unsur dalam gereja haruslah ikut bertanggungiawab berperan dan berkontribusi bagi pembangunan tersebut. Namun semuanya harus juga dilakukan dengan teratur (1 Korintus 14:40). Sebagaimana rumah, gereja juga harus dibangun dengan rapi dan tersusun (Efesus 2: 21, Efesus 4 :16) dan bukan sembarangan atau asal-asalan saja. Tujuan semua penataan ini adalah demi pertumbuhan gereja itu sendiri dalam pengenalannya akan Krisfus, peningkatan kesaksian dan pelayanan serta persekutuan yang pada akhirnya bermuara kepada kemuliaan nama Tuhan, Raja Gereja.
c. Alkitab sejak awal mengajarkan agar orang-orang beriman berhikmat dan menggunakan hati dan akal budi yang dikaruniakan Allahnya dengan membuat perencanaan dan pengorganisasian sebaik-baiknya. Gereja masa kini harus rendah hati dan belajar banyak dari Yusuf menyusun perencanaam ke masa depan (Kejadian 4: l), belajar dari Jitro membuat pengorganisasian yang efektif dan efisien (Keluaran 18), belajar dari Daud dan N ehemia merencanakan pembangunan Bait Allah (I Tawarikh 28, Nehemia 4 ), belajar dari Paulus merencanakan perjalanan pekabaran Injil (2 Kor 1:17) dan terutama belajar dari Tuhan Yesus melayani dan mengasihi.
d. Kemajuan dan tantangan jemaat menuntut gereja-gereja termasuk HKBP agar lebih sungguh sungguh membenahi dan menata dirinya. Untuk lebih meningkatkan kesaksian pelayanan dan persekutuannya maka HKBP juga harus meningkatkan penatalayanan (stewardship)-nya yang mencakup administrasi keskretariatan keuangan personalia dan inventaris. Semua ini didasarkan atas pemahaman dan penghayatan iman bahwa gereja HKBP adalah milik Kristus sebab itu harus dikelola sebaik-baiknya dan dipertanggungiawabkan S.ebab itu melalui Tahun Penatalayanan 2010 ini HKBP bertekad membangun organisas dan adminsitrasi pelayanan yang baik dan rapi, transparan, artisipatip,akuntabel dan bersemangat kasih pelayanan.
B. NAMA KEGIATAN: TAHUN PENATALAYANAN HKBP 2OIO
C. TEMA : Gereja Yang Rapi Tersusun @fesus 2:21)
SUBTEMA : Dengan Tahun Penatalayanan HKBP 2010 kita wujudkan administrasi dan organisasi HKBP yang bersih, rapi, transparan dan akuntabel untuk meningkatkan kesaksian, pelayanan dan persekutuan HKBP demi kemuliaan Allah.
D. TUJUAN: MENINGKATKAN ADMINISTRASI DAN ORGANISASI HKBP
- dibidang kesekretariatan
- dibidang personalia
- dibidang keuangan
- dibidang inventaris
E. SASARAN:
- Terbangunnya data base menyeluruh HKBP
- Tersusunnya prosedur baku (Standart Operating Procedure-SOP) pelayanan di seluruh HKBP
- Terbaharuinya system kesekretariatan personalia, keuangan dan inventaris di seluruh HKBP.
- Terdistribusinya 1000 (seribu) unit komputer dengan koneksi internet di jemaat-jemaat pedesaan Tapanuli
- Terlengkapinya fasilitas Kantor Pusat HKBP di Pearaja Tarutung
- Terbelinya lahan Kantor Perwakilan HKBP di Jakarta
F. RANGKAIAN KEGIATAN
1. Di level Jemaat
Waktu | Kegiatan |
Mei | Rampungnya sistem kesekretariatan jemaat |
Juni | Rampungnya database jemaat |
Agustus | Terwujudnya sistem keuangan jemaat yang rapi dan bersih, transparan dan akuntabel. |
Agustus | Terwujudnya sistem inventaris jemaat yang rapid an akurat |
September | Terwujudnya komputer dan koneksi internet minimal di huria sabungan. |
2. Dilevel Distrik
Waktu | Kegiatan |
April | Seminar Pertumbuhan Gereja |
Mei | Seminar Gereja dan Internet |
Juni | Lokakarya Bendahara dan Majelis Perbendaharaan se-Distrik |
Agustus | Terbentuknya prosedur baku pelayanan HKBP di Distrik |
September | Terkumpulnya database HKBP Dostrik |
3. Di level Pusat
Waktu | Kegiatan |
Oktober 2009 | Penyusunan Buku Panduan Tahun Penatalayanan 2010 |
November 2009 | Pembentukan Tim Kecil Penyusunan Rancangan Sistem Administrasi, Keuangan, Inventaris dan Personalia, serta Database HKBP. |
Juli 2010 | Rampungnya Rancangan Sistem administrasi HKBP |
Juli 2010 | Rampungnya Rancangan Sistem keuangan HKBP |
Juli 2010 | Rampungnya Rancangan Sistem personalia HKBP |
Juli 2010 | Rampungnya Rancangan Sistem inventaris HKBP |
Agustus 2010 | Terlengkapinya fasilitas Kantor Pusat HKBP |
September 2010 | Terdistribusinya 1000 komputer di jemaat-jemaat Tapanuli |
Oktober 2010 | Rampungnya database menyeluruh HKBP |
G. PENGORGANISASIAN
1. Di pusat kegiatan Jubileum dikoordinir dan dilaksanakan oleh Panitia Pusat Tahun Penatalayanan HKBP. Di level distrik kegiatan dikoordinir oleh Panitia Distrik Tahun Penatalayanan HKBP. Di level jemaat kegiatan Jubileum dikoordinir dan dilaksanakan oleh Panitia Lokal Tahun Penatalayana HKBP.
2. Panitia Pusat diangkat oleh Eforus dan bertanggungjawab kepada eforus. Panitia Distrik diangkat oleh Praeses dan bertanggungiawab kepada Praeses. Panitia Lokal diangkat oleh Uluan Huria dan bertanggungjawab kepada Uluan Huria.
3. Masa kerja seluruh Panitia (di semua level) adalah satu tahun. Panitia diangkat dan dibubarkan secara resmi di depan jemaat. Seluruh panitia diwajibkan membuat laporan berkala dan laporan akhir masa kerja tentang kegiatan dan keuangannya kepada pemberi keputusan. Panitia Lokal, Distrik diminta mengirimkan salinan laporannya kepada Panitia Pusat.
4. Kegiatan Tahun Penatalayanan lebih bersifat aksi daripada seremoni apalagi hura-hura. Kegiatan yang bersifat Pesta diusahakan agar dilakukan hanya satu kali, yaitu bulan Oktober 2010 di tingkat jemaat, distrik dan pusat. Kegiatan yang bersifat perlombaan-perlombaan tidak dianjurkan. Sebaliknya agar lebih berfokus kepada studi dan aksi. Panitia di masing-masing level diberi keleluasaan menambahkan bentuk kegiatan sesuai dengan kebutuhan setempat.
dari : website hkbp
Selasa, 19 Januari 2010
SEJARAH HKBP SIPIROK

Oleh : St. Henry Irawan Sianturi
Dari berbagai sumber; buku-buku yang pernah terbit dan dituliskan oleh narasumber yang layak dipercaya, cerita-cerita, surat-surat maupun literature lain yang ada selama ini, banyak terjadi kesimpang siuran mengenai “kapan berdiri-nya Gereja HKBP Sipirok. Dalam Almanak HKBP di bagian “Angka Taon Siingoton” disebutkan bahwa pada Bulan Mei Tahun 1864, berdiri Gereja di Sipirok (jongjong Gareja di Sipirok).
Sebenarnya, apakah Gereja di Sipirok berdiri pada tahun 1864 ataukah pada tahun 1861 ?
Untuk itu saya mencoba untuk “mendalami-nya” walau dengan sumber maupun literature yang terbatas yang saya miliki, dikarenakan ada beberapa bagian di Gedung Gereja HKBP Sipirok dan sekitarnya yang senantiasa membuat saya tertantang untuk menelusuri-nya, dan juga akibat kesimpang-siuran yang terjadi selama ini, antara lain :
- Tulisan model Corsiva dalam Bahasa batak di ambang pintu unit utama bangunan (yang berbentuk melengkung) :
ALE JAHUWA
HUHAHOLONGIDO HAJONJONGONNI BAGASMU Ps.26.8
GAREDJA JUBILEUM HKBP SIPIROK
100 TAON. 7 OKT, 1861-1961
- Tulisan pada lempengan marmer di bagian dasar sisi depan Tugu yang berdiri pada bagian timur gereja (di halaman gereja) :
7 Oct 1861/1936
GODANG DO NA BINAEN
NI JAHOWA TOE HITA
ASA DJOP MA ROHANTA
PSALM 126.3
Dari kedua-nya seolah-olah bahwa Gedung Gereja HKBP Sipirok, memang didirikan pada tahun 1861, dikarenakan ada semacam peringatan 100 tahun (jubileum=ulang tahun, biasanya kelipatan 50) pada ambang pintu masuk dan tugu peringatan 75 tahun pada tahun 1936.
HASIL PENDALAMAN
Dari Buku Sejarah HKBP yang pernah terbit pada tahun 1961, salah satu penulis di dalamnya adalah Sutan Kali Bonar B.A : Permulaan dan Perkembangan HKBP, disusun dari Buku Ephorus Dr. J. Sihombing : “Sedjarah ni HKBP”, dituliskan di hal. 49 : “Pada Bulan Mei 1864 berdirilah geredja di Sipirok jang merupakan geredja pertama diseluruh Tanah Batak. Pada hari Pesta hari lahir Tuhan Jesus pada tahun itu dibaptiskanlah tiga orang Kristen jang pertama di Sipirok, jakni Thomas, Pilippus dan Johannes, masing-masing berumur 17, 15 dan 12 tahun.”
Dari Buku Barita Ni D. Theol L. Nommensen : Parsorion dohot na niula na, terbitan Penerbit Prima Anugerah Medan, (tidak disebutkan siapa penulisnya) dituliskan di hal. 55 : Ianggo di Sipirok dipauli Tuan Klammer do tongon di tingki i gareja na marpalaspalas jala suman-suman ni jambe di punsuna mardongan silang di atas ni gareja i. Tung longang do roha ni halak Angkola mamereng i, jadi jotjot dipabotohon Tuan Klammer atusan ni palaspalas, jambe dohot silang i tu halak angka na ro manungkun lapatan ni i. “Doshon tudutudu do palaspalas i, paboa di ginjang do sambulonta, disi paradiananta, anggo di tano on di parungkilon dope hita; jala sunggulon ni sumansuman ni jambe i do hita asa dungo hita, songon jambe na mandungoi jolma manogotna i, unang tasoadahon Tuhan hinaporseaanta i di ulaonta, hatanta manang di parangenta. Ia silang i, i do patandahon haporusanta jala haluaonta sian dosa dohot nasa na manggaori hita, ala marhite-hite Jesus na tarsilang i do dapot dalan haluaon hasintongan dohot hangoluan.”
Di tingki i pe tardidi 3 halak parjolo, patumonaan ni ulaon Mission di Sipirok, i ma si Tomas dohot si Pilipus, duansa marumur 17 taon dohot si Johannes na marumur 12 taon.
Kemudian timbul pertanyaan di dalam benak saya, apakah gereja yang dimaksud adalah yang terletak di Sipirok (
Tapi dari tulisan kedua-nya jelas menyebutkan bahwa pada tahun 1864 –lah berdiri gereja di Sipirok, bukan pada tahun 1861, seperti yang dituliskan oleh Balai Arkeologi Medan-Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2004 dalam “Berita Penelitian Arkeologi” mereka dengan Judul : Arkeologi Perbukitan di Bagian BaratLaut dan Selatan Padanglawas, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Disitu dituliskan bahwa gedung gereja itu didirikan pada tahun 1858 dan diresmikan pada tahun 1861 (tidak ada literature disitu yang menyebutkan dasar mereka menyatakan demikian).
Tapi yang menguatkan pikiran saya adalah bahwa Gedung Gereja yang dimaksud (yang didirikan pada tahun 1864) adalah yang terletak di Sipirok yaitu di Jl. Rumah Sakit – Desa Banjartoba, Kec. Sipirok, diatas bidang lahan seluas sekitar 7000 m².
Mengapa saya katakan demikian ?
Masih pada hal. 49 tulisan Sutan Kali Bonar B.A, selanjutnya dituliskan : “Kemudian Pendeta Klammer diganti oleh Pendeta Staudie dari Pangaloan. Tetapi Pendeta Staudie kena penjakit disentri jang membawa dia pada kematian. dan dikebumikan di Sipirok. Datanglah Pendeta Heienbrock jang mengadjar pemuda-pemuda membunjikan trompet dan musik tiup lainnja. Tetapi karena diserang penjakit, Pendeta Heienbrock kembali ke Eropah. Pendeta Hansteinlah dari Sipahutar menggantikannja di Sipirok. Tuhan memberkati pekerjaan Pendeta Hanstein dan bertambah banjaklah orang-orang parbegu jang masuk dalam Agama Kristen.”
Kemudian, apa hubungan-nya dengan Gereja HKBP Sipirok ?
Pada bagian tenggara bangunan Gereja terdapat beberapa makam yang cukup tua. Makam-makanm tersebut berbentuk persegi panjang berbahan batu/bata dan semen. Sebagian masih memiliki tanda berbentuk Salib besi yang ditempatkan pada bagian kepala, ada juga yang memiliki cungkup. Pada nisan makam-makam tersebut terdapat tulisan berhuruf latin dalam Bahasa Belanda dan Aksara Batak yang menyebutkan nama orang (tokoh) yang dikuburkan, usia pada saat meninggal, serta ayat-ayat Alkitab. Nah…yang menghubungkan pernyataan saya diatas bahwa memang yang dimaksud dengan Tahun 1864 berdiri Gereja di Sipirok, adalah Gedung Gereja yang terletak di Jl. Rumah sakit-Desa Banjartoba, Kec. Sipirok adalah 2 makam yang memuat pertulisan dalam bahasa batak :
Dison maradian
Hanstein
sorang 28.4.1891
kehe 29.12.1891
Christus do
hangoluanku djadi
marlabo au di
hamatean
Phil.1 v 21
Dan
Dison maradian
Maria Hanstein
Sorang 7.7.88
Kehe 31.1.89
Tapi pinudji ma Debata
Na tongtong mangalehen
Hamonangan di hami
Di bagasan Christus
2 Kor. 2, 14
Saya berkesimpulan bahwa kedua makam ini adalah makam dari anak-anak Pendeta Hanstein yang menggantikan Pendeta Heienbrock, masing-masing meninggal pada saat masih berumur 6 bulan (Maria Heinstein) dan 8 bulan (Magdalena Heinstein).
Kemudian juga ada satu makam, yang menurut saya adalah makam dari salah satu orang yang pertama dibaptis di Gereja Sipirok pada saat perayaan
Dison Maradian
Th. Mangaradja Naposo
Tardidi di ari 24.12.1864
Monding di ari 3.10.1906
Demoerna ± 56 Thn.
Kemudian satu makam tua lagi, dengan tulisan :
Dison maradian
- Cornelia NST.
Monding di ari 19.7.1928
Marumur ± 78 Tahun
Kalau yang ini saya tidak dapat menarik kesimpulan, apakah juga makam dari salah satu orang yang pertama di Baptis di Gereja Sipirok (dengan nama asli, bukan nama baptis).
Pada alinea berikutnya, tulisan Sutan Kali Bonar B.A, disebutkan bahwa : ”Pada tanggal 26 Agustus 1868 berdirilah geredja di Bungabondar. Datang pula seorang pendeta lagi membantu Pendeta Betz disana, jakni Pendeta Schiilz. Dalam waktu II tahun sudah ada 479 orang Kristen di Bungabondar dan daerah sekitarnja.”
KESIMPULAN
Dengan demikian jelaslah bahwa sejatinya Gereja HKBP Sipirok adalah Gereja yang didirikan pada bulan Mei tahun 1864 sehingga pada bulan Mei 2008 yang lalu telah berumur 144 tahun, sedangkan Gereja di Bungabondar didirikan pada tahun 1868. Dapat dipahami bahwa bangunan yang sekarang tidak lagi merupakan bangunan gereja asli-nya pada saat didirikan, mungkin sudah mengalami beberapa kali perehab-an, tetapi disana sini masih terlihat jelas
Namun juga dapat dipahami secara keseluruhan mengapa tulisan 7 Oktober 1861 ataupun tahun 1861, ada pada gedung gereja dan tugu peringatan yang berdiri di halaman gereja. Mungkin dikarenakan di Sipirok-lah pada tanggal tersebut 4 (empat) missionaries; Heine, Klammer, Betz, G. Van Asselt mengadakan rapat pertama untuk berbagi tugas/wilayah pekabaran injil yang juga dinyatakan HKBP sebagai hari kelahirannya, sehingga peringatan-peringatan untuk itu dibuat di HKBP Sipirok.
Demikian kami paparkan, kami lanjutkan nantinya dengan tulisan mengenai HKBP Sipirok dan situs Parausora